Kenangan di hari warisan cinta nenek

Budi adalah seorang anak kecil yang tinggal di desa terpencil bersama neneknya, Ibu Siti. Sejak kecil, Budi dirawat oleh neneknya karena kedua orang tuanya telah meninggal dalam kecelakaan tragis. Nenek Siti selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Budi meskipun mereka



hidup dalam keterbatasan.


Setiap pagi, sebelum Budi berangkat sekolah, Nenek Siti selalu menyiapkan bekal sederhana untuknya, sambil memberi pesan-pesan bijak tentang kehidupan. Budi sangat menyayangi neneknya, dan meskipun hidup sederhana, mereka selalu bahagia bersama. Namun, seiring bertambahnya usia, Nenek Siti mulai sakit-sakitan dan semakin lemah.


Suatu hari, ketika Nenek Siti jatuh sakit parah, Budi merasa sangat khawatir. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan selain duduk di samping tempat tidur neneknya sambil memegang tangannya yang keriput. Nenek Siti yang lemah tersenyum kepada Budi, mengusap kepalanya, dan berkata dengan suara lembut, “Jangan khawatir, Nak. Kamu adalah anak yang kuat. Teruskan hidupmu dengan baik dan ingat, nenek akan selalu bersamamu dalam hati.”


Setelah kata-kata terakhirnya, Nenek Siti meninggalkan Budi untuk selama-lamanya. Hati Budi hancur, tetapi ia tahu neneknya tidak ingin melihatnya bersedih. Di pemakaman, saat mengucapkan salam terakhir, Budi berjanji untuk menjalani hidup dengan baik seperti yang selalu dinasehatkan oleh neneknya.


                            Link dana kaget


Beberapa tahun berlalu, Budi tumbuh menjadi pria dewasa yang berhasil. Ia mendapatkan beasiswa dan berhasil kuliah di kota. Setiap kali meraih kesuksesan, Budi selalu mengingat nasihat neneknya yang memberinya kekuatan. Meskipun nenek Siti tidak lagi bersamanya secara fisik, Budi merasa neneknya selalu menemani dan memberinya semangat.


Suatu hari, Budi kembali ke desa untuk mengunjungi makam Nenek Siti. Ia meletakkan bunga di sana dan berdoa. Air mata mengalir di pipinya, namun bukan karena kesedihan, melainkan rasa syukur karena pernah memiliki seseorang yang begitu penuh cinta seperti neneknya. Ia berkata pelan, “Terima kasih, Nek. Aku akan selalu ingat semua yang nenek ajarkan.”


Budi tersenyum dan merasa damai, tahu bahwa cinta dan kenangan neneknya akan selalu ada dalam hatinya, menjadi panduan dalam setiap langkah hidupnya.


Saya akan buatkan gambar yang melengkapi cerita ini.


Komentar